Wakapolda Aceh Turun Tangan Bersihkan Sampah Usai Zikir HDA ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Wakapolda Aceh bersama jajaran personel Polda Aceh memunguti sampah di pelataran Masjid Raya Baiturrahman usai zikir akbar HDA ke-21, Sabtu (15/8/2026).
Penulis: Wahyu
Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:29:31 WIB

BANDA ACEH — Tangan-tangan berseragam cokelat tampak sibuk memunguti botol plastik, kemasan makanan, dan sisa minuman yang berserakan di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (15/8/2026). Mereka bukan petugas kebersihan kota, melainkan jajaran personel Polda Aceh yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo.

Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian pengamanan zikir akbar dalam memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21. Kehadiran mereka di sini bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga memberi contoh nyata tentang tanggung jawab menjaga kebersihan rumah ibadah.

Bukan Sekadar Tugas Pengamanan

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menjelaskan, aksi bersih-bersih ini merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, polisi hadir di tengah masyarakat tidak hanya saat ada gangguan keamanan, tetapi juga dalam situasi apa pun, termasuk membantu memulihkan kondisi lingkungan setelah acara besar.

“Usai kegiatan zikir, personel yang dipimpin Wakapolda Aceh, Irwasda, Dirpolairud, dan Kabid Propam segera bergerak memungut dan membersihkan sampah yang tersisa di sekitar area Masjid Raya Baiturrahman,” kata Joko dalam rilisnya.

Menjaga Ikon Kebanggaan Warga Aceh

Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar tempat salat. Bagi warga Aceh, bangunan bersejarah ini adalah simbol ketangguhan dan identitas budaya yang melekat kuat. Oleh karena itu, kebersihannya menjadi perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab pengurus masjid atau pemerintah kota.

Joko menegaskan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kolektif. Setelah rangkaian kegiatan selesai, personel kepolisian ingin memastikan lingkungan masjid kembali nyaman digunakan. “Ini bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat. Setelah kegiatan selesai, kita bersama-sama memastikan lingkungan masjid kembali bersih dan nyaman,” ujar abituren Akabri 1994 itu.

Respons Positif dari Jamaah

Tindakan Wakapolda Aceh beserta jajarannya ini mendapat sambutan hangat dari sejumlah jamaah yang masih berada di lokasi. Mereka menilai gestur tersebut menunjukkan bahwa polisi hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum.

Aksi serupa diharapkan bisa menjadi contoh bagi instansi lain dan masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap kebersihan fasilitas publik, terutama tempat ibadah yang menjadi kebanggaan daerah.

Reporter: Wahyu